Feeds:
Pos
Komentar

Holiday in pangandaran

green canyon teaLIBURAN DI PANGANDARAN
Di awal tahun 2014 ini kami keluarga besar SMAN 1 Cisarua Kab Bandung Barat memiliki kesempatan menikmati liburan di daerah wisata pangandaran. Kendatipun cukup banyak daerah wisata yang bisa dinikmati ,namun mengingat waktu yang terbatas kami hanya sempat mengunjungi lokasi wisata Batu karas, Green Canyon dan pananjung tepatnya Pantai Barat dan pantai timur Pangandaran.
Obyek wisata yang pertama kami datangi adalah pantai batu Karas, Di pantai ini para pengunjung bisa berenang,makan-makan di atas bukit ,menikmati deburan ombak pantai batu karas, berjalan-jalan sepanjang pantai ,beli suvenir .Di lokasi ini kami masih bisa melaksanakan shalat Jum’at. Usai melaksanakan shalat jum’at Sebagian dari pengunjung pantai ini ,terutama para wisatawan domestik yang berasal dari luar kota dan jauh kota pangandaran dan bermaksud mengunjungi lokasi wisata lainnya dianjurkan untuk melaksanakan shalat jama koshor shalat asar.
Menurut beberapa pengunjung yang telah beberapa kali mengunjungi pantai batu karas,pembangunan sarana wisata dipantai ini kelihatannya masih belum berubah secara drastis. Ikhwal para pengunjung yang mendatangi pantai ini ternyata ada kemajuan. Menurut salah satu pemilik sarana MCK yang berasal dari Ujung Berung Bandung dan sudah hampir 20 tahun mengelola sarana MCK bahwa ada kemajuan jumlah volume pengunjung baik wisatawan domestik maupun asing terutama di hari-hari libur yang datang menikmati keindahan panorama Batu Karas.
Usai shalat perjalanan dilanjutkan menuju tempat wisata Green Canyon alias Cukang Taneuh.Lokasi wisata ini berada di desa Kertayasa kecamatan Cijulang kabupaten Pangandaran. Saat kami tiba dan meperoleh tiket masuk Rombongan kami dapat nomor 160 an.Lumayan cukup lama menanti antrian .Pada saat menerima nomor anttrian perahu yang dipakai para pengunjung baru mencapai nomor 60 an. Entah berapa jam kami harus sabar menunggu giliran .Padahal menurut petugas jumlah perahu pengangkut yang beroprasi ada sekitar 80 perahu. Kalau hari-hari biasa perahu yang dioperasikan hanya 7 perahu.
Untuk menunggu giliran para pengunjung melakukan berbagai aktifitas beraneka ragam ,ada yang gobrol-ngobrol, menikmati makanan yang dijual disekitar lokasi wisata, naik paraplaying atau aktifitas lainnya sebagai pengisi waktu. Beberapa jam berlalu, kini giliran kami naik perahu .Satu perahu berisi 5 orang penumpang. Perahu dilengkapi dengan pelampung pengaman bagi penumpang. Menurut petugas jumlah pengunjung rata-rata setiap hari 100 orang. Dan pada masa liburan natal dan tahun baru mencapai 300 sampai 500 wisatawan setiap hari. Harga tiket untuk perahu yang kami tumpangi adalah Rp 170.000 padahal sebelumnya hanya Rp 125.000,-
Dari atas perahu itu kami bisa menikmati pemandangan alam bagian luar yang menawan dan air sungai berwarna hijau.Sobat penulis , Pak asep Raya S.pd .M.pd memiliki kesan tendiri tentang green canyon ini .“ beberapa tahun lalu saya udah datang ke sini,waktu itu kondisi pemandangan ngarai dan dinding sungai itu kelihatan masih asri dan alami, namun kini dinding-dinding sungai penuh dengan alang-alang seperti kurang pemeliharaan” paparnya sembari menyusuri sungai Cijulang dan menikmati pesona alam Cukang Taneuh (Green Canyon) menuju air terjun. Di lokasi air terjun pengunjung pun bisa berenang . Bila Sudah kenyang berenang wisawatawan pulang lagi. Perjalanan pulang pergi memakan waktu kurang lebih 45 menit.
Selain menikmati green canyon bagian luar, bila ada pengunjung ingin mendapat pengalaman yang lebih menantang dan berbau petualangan menikmati pemandangan alam bagian dalam sungai Cijulang yang lebih seru , maka, tentu saja mereka harus mengambil paket lain yang disebut paket Body Trackling. Menurut penjelasan petugas ,dalam paket ini pengunjung diantar pakai mobil khusus menuju hulu sungai. Dari hulu sungai inilah petualangan dimulai .pengunjung diberi perlengkapan khusus untuk menjaga keamanan dan mulai menyusuri sungai dengan arus deras, juga meamasuki gua-gua yang penuh dengan pemandangan menakjubkan.
Tiba dipangkalan perahu,terdengar petugas memanggil penumpang yang ke 200 itu untuk segera naik perahu, itu artinya bahwa jumlah pengunjung pada sore itu yang naik perahu sudah mencapai 1000 orang ,bahkan pengunjung yang belum terangkutpun masih banyak. Tak heran memang, karena hari itu hari libur ,sehingga jumlah pengunjung cukup membeludak.
Ketika sore mulai merayap datang dan matahari hampir terbenam, kami pulang menuju hotel di Daerah Pananjung .Di hotel tempat kami menginap,memang sudah ada jadwal kegiatan sesuai agenda kegiatan . Di ruang pertemuan kami berkumpul membahas prihal kurikulum 2013 termasuk soal kinerja para pengajar untuk menyukseskan kurikulum 2013. Meskipun disajikan dengan santai kami tetap mencoba untuk memahaminya. Setelah aktifitas itu berakhir , dilanjutkan dengan kegiatan laporan pertangung jawaban “ Rapat Anggota Tahunan Koperasi SMAN 1 Cisarua ”. Usai rapat kami bernyanyi bersama-sama menyanyikan lagu ciptaan Dul Sumbang “Pangandaran”. Seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik ,tanpa ada hambatan. Selsai menjalani semua agenda .selanjutnya kami bisa istirahat dengan tenang.
Pagi harinya, kami menikmati sunset dari atas jembatan bambu yang menjorok ke tengah laut sambil mengabadikan pemandangan yang sangat alami di pantai timur.Setelah itu berjalan pagi menyusuri pantai timur .Ketika hari menginjak agak siang kami menuju ke pantai barat. Para pengunjung yang datang ke sini sudah banyak . Di lokasi ini bisa mereka dapat menikmati sejumlah fasilitas yang ada seperti Menyewa perahu untuk menikmati pemandangan laut di sejumlah lokasi wisata, berselancar,melakukan snorkling, menimati permainan banana boat,para playing, bersepeda menysuri pantai dan sejumlah aktifitas yang mampu membuat hati pengunjung bersukaria . Menurut Mas Nurcholis bahwa di wilayah pananjung sudah ada kemajuan pembangunan sarana pariwisata ,baik pembangunan rumah-rumah /gedung untuk disewakan ke pengunjung maupun kedai-kedai tempat jualan para pedagang. Keadaan sekarang berbeda sekali dengan beberapa tahun sebelumnya saat pertama kali berkunjung ke Pangandaran. “Saya puas bisa menikmati liburan di awal tahun, di pantai panagandaran ini ”.papar mas nur,saat berkemas menyiapkan barang menuju bis di depan hotel.
Menjelang siang semua peserta kembali ke hotel di Jalan Kalen Buaya yang terletak di daerah Pananjung. Usai shalat dhuhur dan setelah semua peserta wisata sudah lengkap, kami semua bertolak pulang dengan memakai bis menuju Bandung dan Alhamdulillah kami selamat sampai ditujuan.(Wawan Rusmawan)****

Oleh :Wawan Rusmawan
Tak dapat dipungkiri, untuk memperoleh pendidikan yang baik dibutuhkan biaya pendidikan yang jumlahnya cukup besar . Bagi orang yang mampu dan banyak uang, masalah biaya ini tidak terlalu menjadi persoalan .Namun bagi sebagian orang, yakni orang dhuafa alias orang kurang mampu masalah biaya ini, merupakan persoalan yang cukup berat. Jangankan untuk biaya pendidikan, untuk biaya makan sehari-hari saja mereka nyaris tak punya. Apalagi problema biaya pendidikan ini, dari hari ke hari diberbagai jenjang pendidikan menunjukkan gerafik yang terus meningkat. Jelas, bagi kelompok masyarakat kurang mampu ini, menggapai pendidikan menjadi semakin sulit dan dan sukar untuk diwujudkan.
Meski pun begitu, ditengah susah dan beratnya masalah beban biaya pendidikan ini ,bagi sekelompok orang atau pelajar yang kretif, dengan bekal semangat, do’a serta usaha yang ulet .serta berusaha membangun jaringan silaturahmi dengan pihak lain yang berkompeten ternyata biaya pendidikan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan bisa diatasi dengan baik. Sehingga kendala biaya yang selama ini dianggap menakutkan bisa selsai. Salah satu cara para pelajar tersebut mengatasi kendala biaya adalah dengan cara mencari dan mendapatkan beasiswa……tobe continu

penemu itu pun masuk islam
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba¬tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah¬tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Lanjut Baca »

EDUCATION IN INDONESIA

post by; Wawan Rusmawan
In Indonesia In indonesia until 1945 onli rich families could give their children a good education. They sent their children to private school. Most of the population,however,were not able to do so,because those schools were very expensive. The only thing they could do was to send their children to less good school.
Lanjut Baca »

Oleh : Wawan Rusmawan
Sesuai dengan tuntutan dan kemajuan jaman yang kian pesat maka guru masa kini memang wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi pendidik . Hal itu sejalan dengan yang diamanatkan oleh Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional,Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan . Untuk merealisir maksud tersebut Menteri Pendidikan Nasional menetapkan Peraturan Nomor 18 tahun 2007 tentang sertifikasi bagi Guru Dalam jabatan untuk mengatur pelaksanaan uji kompetensi guru. Uji Kompetensi tersebut dilakukan melalui penilaian portofolio untuk memperoleh sertifikat pendidik.
Istilah portofolio kini banyak digunakan pada berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan,portofolio diartikan sebagai sekumpulan informasi pribadi yang marupakan catatatan dan dokumentasi atas pencapaian prestasi seseorang dalam pendidikannya . Dalam kontek sertifikasi guru ,portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, Karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran.Keefektifan pelaksanaan peran sebagai agen pembelajaran tergantung pada tingkat kompetensi yang bersangkutanyang menycakup kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan kompetensi sosial.
Lanjut Baca »

Jurnalistik bagi Pelajar

Oleh : Wawan Rusmawan
Salah satu pilihan kegiatan siswa dari ektra kurikuler adalah penerbitan sekolah. Yakni aktivitas siswa mengelola penerbitan majalah dinding, buletin sekolah atau penerbitan yang sejenis dengan itu . Umumnya para siswa yang berminat kepada ilmu jurnalistik ini tentu memiliki perhatian yang cukup besar terhadap maju mundurnya majalah atau buletin sekolah.
Dari pengamatan penulis terhadap penerbitan ini di beberapa sekolah di Cimahi dan kab Bandung . Hampir setiap sekolah telah memiliki majalah dinding(mading), buletin sekolah. baik dari yang paling bagus sampai ke yang sederhana pengelolaanya. Para siswa menerbitkan mading atau buletin sekolah untuk lingkungannya dengan berbagai variasai tulisan ,baik karya para siswa sendiri maupun tulisan berupa kliping yang berasal dari koran,atau majalah bahkan dari internet yang menarik untuk dibaca para siswa lainnya .
Lanjut Baca »

Oleh WAWAN RUSMAWAN
Para Siswa adalah sumber daya manusia yang perlu diperhatikan , dibina , dan disiapkan sejak dini baik oleh pihak sekolah , para orang tua siswa serta pihak lainnya yang memiliki perhatian terhadap majunya generasi muda. Usaha membina para siswa ini dilakukan dengan menyediakan sarana serta aneka kegiatan untuk menyalurkan kebutuhan dan bakat para siswa . Dengan adanya sarana ,prasarana dan kegiatan ini para siswa bisa beraktivitas dengan baik sehingga bakat dan potensinya bisa berkembang..
Dalam beraktivitas kemampuan dan kecerdasan mereka berbeda . Kenyataannya menunjukan bahwa sebagian dari para siswa ini memiliki kelebihan dari siswa yang lainnya . Ada siswa yang memiliki keunggulan di bidang olahraga, ada juga yang punya keistimewaan di bidang seni . banyak pula pelajar punya kecakapan dalam berorganisasai ,tak jarang pula para siswa punya kelebihan dibidang akademis . para siswa ini memang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang baik agar potensi , bakat , hobi dan kelebihan mereka ini bisa tersalurkan dan berkembang dengan maksimal . Sekolah sebagai institusi pendidikan sangat berkompeten dan ikut berperan dalam menumbuh kembangkan potensi dan prestasi para pelajar ini dengan menyediakan sarana dan aneka aktivitas bagi pelajar .
Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.